Campuspedia News
Tulis Artikel
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Seputar UTBK
  • Berita
  • Program
    • Online Career Class
    • Try Out
    • Events
  • Beasiswa & Lomba
  • Persiapan Kuliah
  • Dunia Mahasiswa
  • Persiapan Karir
  • Pengembangan Diri
  • Seputar UTBK
  • Berita
  • Program
    • Online Career Class
    • Try Out
    • Events
  • Beasiswa & Lomba
  • Persiapan Kuliah
  • Dunia Mahasiswa
  • Persiapan Karir
  • Pengembangan Diri
Campuspedia News
No Result
View All Result
Home Berita

Bullying Kerap Terjadi di Sekolah Akibatkan Mental Down

Mythaa by Mythaa
01:20
in Berita, Info
0 0
1
Bullying Kerap Terjadi di Sekolah Akibatkan Mental Down
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Aksi perundungan atau sering disebut bullying masih kerap terjadi di Indonesia, beberapa minggu yang lalu telah dikabarkan seorang pelajar SMP loncat dari lantai 4 di sekolahnya yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Peristiwa ini diduga merupakan korban dari perundungan teman sekelasnya. Aksi perundungan masih sulit dihilangkan dari sekolah di Indonesia, tempat yang menjadi pelajar mencari ilmu justru kerap menjadi tempat aksi perundungan. Memang, belum ada sekolah yang bisa memastikan sekolahnya bebas dari aksi perundungan, tetapi hal ini bisa dijaga dan dicegah oleh semua jajaran sekolah maupun sesama siswa. Keterbukaan korban dan keberanian teman untuk melaporkan aksi perundungan serta tindakan tegas dari sekolah bisa menghentikan aksi perundungan agar tidak berkepanjangan.

Aksi perundungan seringnya terjadi di sekolah lantaran sekolah tempat berkumpulnya anak-anak, siswa telah lepas dari pengawasan orang tua dan guru tidak bisa 100% mengawasinya, aksi perundungan pun bisa terjadi. Sasaran korban terjadi pada siswa yang dianggap lemah oleh pelaku, perbedaan fisik yang unik, perbedaan etnis, ras maupun suku. aksi ini biasanya terjadi secara fisik (memukul, menendang, pelecehan), verbal (ejekan, perkataan kotor).

Ada beberapa motif motif pelaku perundungan melakukan hal tersebut, salah satunya yakni ingin berkuasa di kelas maupun sekolahnya, pernah menjadi korban dan ingin balas dendam, mencari perhatian, kurangnya perhatian orang tua dari pelaku atau karena lantaran seringnya menyaksikan kekerasan yang dilampiaskan kepada temannya. pelaku perundungan dapat dihentikan, mengajaknya berbicara secara langsung dan diberi pengertian, jika perlu diberi sanksi yang sewajarnya.  Pada umumnya pelaku perundungan memiliki rasa takut dan hanya berani kepada anak-anak yang dianggapnya lebih lemah darinya, ia akan takut terhadap orang yang lebih tua atau yang memiliki power lebih.

Baca juga:  Setelah Undip, Kasus Bullying Mahasiswa PPDS Juga Terungkap di Unpad: 10 Pelaku Mendapat Sanksi

Pelaku perundungan tidak hanya melakukan aksi tersebut sekali dua kali melainkan hampir setiap hari di sekolah. seringnya mendapatkan perundungan membuat metal korban down dan mengalami gangguan. Hal pertama yang ia terima adalah stress dan depresi, ia merasa dipojokkan dan tidak nyaman lagi di sekolah lantaran perundungan tersebut, hal inilah yang membuatnya stress dan depresi. Korban menjadi tidak memiliki kepercayaan diri, kecemasan dan rasa takut dengan hal-hal yang akan dilakukan, ia akan merasa apa yang dikerjakan akan salah dimata temannya sehingga ia dapat perilaku perundungan. Ia akan mengasingkan diri dari orang lain dan menjauhi kontak sosial, hal ini juga menjadikan hanya beberapa teman saja yang dimilikinya. Lebih lagi korban perundungan bisa jadi kelak menjadi pelaku perundungan untuk balas dendam atau melakukan tindakan kekerasan.

Menangani korban perundungan memang tidak sebentar, butuh proses untuk memulihkan traumanya dan rasa ketakutannya. Kenali karakter anak dan sering-sering mengajaknya berbicara, memberi semangat, membangun kembali motivasinya, membantu korban jika memang ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, meminta bantuan pihak ketiga, disini bisa guru, kepala sekolah atau orang tua korban dan pelaku. Mengajaknya berpergian ketempat yang banyak orang-orang ataupun anak-anak memulihkan rasa ketakutannya jika masih banyak hal diluar sana yang lebih luas, mampu terbuka terhadap hal baru. misalnya ke taman, tempat bermain anak-anak atau wisata edukasi.

Baca tips menjaga kesehatan mental di sini.

Tags: bullyingPelajarperundunganSMA
Previous Post

Reaksi Tubuh Saat Rasa Malas Melanda

Next Post

Sebelum Masa SMA Berakhir

Mythaa

Mythaa

Next Post
Sebelum Masa SMA Berakhir

Sebelum Masa SMA Berakhir

Comments 1

  1. reyhan says:
    1 year ago

    thanks a lot of information amazing

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Syarat PPDB Kalsel Online

100+ Sekolah SMK Terbaik se-Indonesia

11:19
Gelar LC yang Menempel pada Nama Ustaz, Apa Artinya?

Gelar LC yang Menempel pada Nama Ustaz, Apa Artinya?

16:00
Universitas Trisakti merupakan salah PTS yang menerima mahasiswa KJMU Jakarta

Daftar Universitas yang Menerima KJMU Jakarta

21:06
pendaftaran seleksi jalur mandiri Unsoed 2024

Pendaftaran Seleksi Jalur Mandiri Unsoed: Berapa Uang Pangkalnya?

13:15

Robycasino One Hundred Pc As Much As 500 Login & Signup

07:31

Change Your Google Account E-mail Computer Google Account Help

07:19

Roobet Canada Casino Win Weekly C$100,000 Jackpot

06:39

2026

06:08
Campuspedia News

Campuspedia merupakan Portal Anak Muda khususnya Pelajar dan Mahasiswa yang memberikan informasi seputar kampus, prestasi anak muda Indonesia, bedah jurusan, event kampus, dan beasiswa.

Loading

Browse by Category

  • Accounting
  • Aplikasi kekinian
  • Beasiswa & Lomba
  • Berita
  • CV menarik
  • Dunia Kampus
  • Dunia Mahasiswa
  • Event
  • Info
  • Intern
  • Millenial
  • Online Career Class
  • Pendaftaran
  • Pengembangan Diri
  • Persiapan Karir
  • Persiapan Kuliah
  • PPDB Online
  • Program
  • Seputar UTBK
  • Try Out
  • UI Designer
  • UI/UX Designer
  • Uncategorized
  • UX writer
  • Video

Subscribe For Newslater

Loading
  • About
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact
  • FAQ

© 2021 Campuspedia News - Powered by campuspedia.id.

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Home
  • Beasiswa & Lomba
  • Dunia Mahasiswa
  • Persiapan Karir
  • Pengembangan Diri
  • Events
  • Program
  • Explore
  • FAQ

© 2021 Campuspedia News - Powered by campuspedia.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In