{"id":10712,"date":"2020-09-21T19:10:50","date_gmt":"2020-09-21T12:10:50","guid":{"rendered":"https:\/\/campuspedia.id\/kabar\/?p=10712"},"modified":"2020-09-21T13:09:13","modified_gmt":"2020-09-21T06:09:13","slug":"merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/","title":{"rendered":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong><span class=\"dropcap \" style=\"background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;\">T<\/span>epat pada hari ini atau 17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing.<\/strong> Butuh perjuangan panjang hingga akhirnya Indonesia bisa merasakan merdeka. Melalui artikel ini, kita akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-75! Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya Sobat!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Kini, kemerdekaan Indonesia sudah berusia 75 tahun. Generasi baru anak bangsa tak merasakan pahitnya perjuangan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Mereka semua bisa menikmati jerih payah para pendahulu yang berjuang hingga Indonesia bisa seperti saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Perjuangan rakyat untuk melawan penjajahan dimulai sejak tiba di Malaka pada 1509. Di bawah pimpinan <strong>Alfonso de Alburquerque<\/strong> mereka ingin memperluas kekuasaan di Tanah Air demi mengeruk sumber kekayaan alam yang dimiliki, termasuk rempah-rempah. Tapi perlawanan sengit digaungkan Fatahillah pada masa itu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Setelah bertahun-tahun berjuang melawan Portugis, banyak negara mencoba mengambil alih kekuasaan di Indonesia. Dipimpin <strong>Cornelis de Houtman<\/strong>, Belanda akhirnya bisa masuk pertama kali ke Indonesia melalui Banten,\u00a0Mereka memiliki tujuan yang sama, yakni ingin menguasai rempah-rempah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Singkat cerita, perjuangan pun terus dilanjutkan dalam melawan penjajahan. Mereka terus tanpa henti melakukan perlawanan untuk bisa merdeka, hingga perjuangan mereka pun akhirnya menuai hasil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Banyak peristiwa penting yang terjadi dalam perjuangan hingga bisa memproklamasikan kemerdekaan. Berikut ini adalah beberapa momen kejadian dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Masa pendudukan Belanda hingga Jepang<\/span><\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\">\n<figure style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20191005\/a-group-of-youths-marching-with-spiked-bamboo-indonesia-fa75c0332d4784eaca2a992f20b2fa6e.jpg\" alt=\"NKRI Harga Mati! Sejarah Perjuangan Merebut Kemerdekaan Indonesia\" width=\"1000\" height=\"643\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Mabes ABRI &#8211; Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI &#8211; Repro. Buku &#8220;40 Tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia&#8221;<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, tercatat Belanda mendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie atau disingkat (VOC), yaitu kongsi dagang Hindia Timur Belanda yang memiliki hak istimewa di Indonesia dalam urusan perdagangan. Mereka berhasil memonopoli perdagangan Indonesia, melakukan penindasan, sampai pemerasan kepada rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Walau di tengah jalan VOC dibubarkan, kolonialisme Belanda tak berhenti begitu saja. Mereka mendirikan pemerintah Hinda Belanda yang membuat bangsa ini semakin sengsara, karena sistem tanam paksa dan membangun fasilitas jalan di beberapa wilayah Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Semakin hari tokoh-tokoh bangsa tak berhenti menyuarakan kemerdekaan. Mereka terus menggalang kekuatan untuk melawan dan berjuang hingga banyak yang gugur di medan perang. Hingga, akhirnya Belanda berhenti menguasai Indonesia usai 350 tahun melakukan penjajahan. Hal itu menjadi semangat para pejuang untuk segera merayakan hari kemerdekaan Indonesia.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Namun, pada 1942 Belanda menyerahkan Indonesia kepada Jepang tanpa syarat dalam perjanjian Kalijati. Indonesia kembali diduduki oleh bangsa asing di tanahnya sendiri. Selama kurun waktu tiga tahun lebih, rakyat terus berjuang hingga secercah harapan untuk bisa merdeka muncul.<\/span><\/p>\n<p class=\"split-page split-page2 open\" data-target=\"2\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>2. Jepang menyerah dari sekutu usai kalah di perang pasifik<\/strong><\/span><\/p>\n<div class=\"embed-image\">\n<figure style=\"width: 502px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/community\/2020\/08\/eesw2xywaaabh46-f015e29ca4079fcdc9ad395c0c87f50c.jpg\" alt=\"NKRI Harga Mati! Sejarah Perjuangan Merebut Kemerdekaan Indonesia\" width=\"502\" height=\"600\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Awan jamur yang dihasilkan ledakan Bom Atom Little Boy di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. twitter.com\/NarangVipin<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p class=\"split-page split-page2 open\" data-target=\"2\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Bangsa Indonesia mulai di atas angin usai Jepang mengakui kekalahan dari sekutu. Mereka tak lagi digdaya setelah 14 ribu lebih rakyat menjadi korban akibat luluh lantahnya Hiroshima oleh bom atom pada 6 Agustus 1945 dan Nagsaki tiga hari setelahnya.<\/span><span style=\"font-size: 12pt;\">Buntut dari peristiwa itu Jepang siap melepaskan Indonesia. <\/span><\/p>\n<p class=\"split-page split-page2 open\" data-target=\"2\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Setelah mendengar kabar tersebut ditambah pasukan Jepang yang sudah diambang kehancuran, para tokoh senior kala itu langsung bergerak cepat guna menegaskan jika bangsa Indonesia ingin merdeka.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<h3 data-target=\"2\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/campuspedia.id\/kabar\/kampus-dengan-jalur-mandiri-pasca-utbk\/\">Pasca SBMPTN, Berikut Kampus yang Masih Buka Jalur Mandiri<\/a><\/span><\/strong><\/h3>\n<\/blockquote>\n<p class=\"split-page split-page2 open\" data-target=\"2\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia mencatat, tokoh senior langsung menginisiasi berdirinya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang diketuai Dr. Radjiman Widyodiningrat. Namun, tak lama berselang badan tersebut berganti nama jadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dipimpin oleh dwitunggal, Sukarno dan Mohammad Hatta.<\/span><\/p>\n<p class=\"split-page split-page2 open\" data-target=\"2\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Radjiman ditemani Sukarno dan Hatta pun diterbangkan ke Vietnam pada 10 Agustus untuk bertemu Panglima Tentara Jepang di Asia Tenggara Marsekal Hisaichi Terauchi. Di sana disepakati Negeri Matahari Terbit memberikan kemerdekaan ke Indonesia.<\/span><\/p>\n<div class=\"split-page split-page3 open\" data-target=\"3\">\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Penculikan Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok<\/span><\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\">\n<figure style=\"width: 749px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20200810\/soekarno-and-hatta-23b48e5e726cd380fe969f11357fdc94.jpg\" alt=\"NKRI Harga Mati! Sejarah Perjuangan Merebut Kemerdekaan Indonesia\" width=\"749\" height=\"522\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Proklamator Republik Indonesia, Wakil Presiden Mohammad Hatta (kiri) dan Sukarno (kanan) dalam sebuah pertemuan di masa Revolusi Nasional antara tahun 1945 hingga 1949. (Dok. Perpustakaan Nasional)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Sebelum menjelang merayakan hari kemerdekaan, pada waktu bersamaan saat ketiga tokoh penting berada di Vietnam, golongan muda seperti Sutan Syahrir dan pejuang lainnya bergerilya untuk menyuarakan Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaannya. Mereka tak mau mengikuti hasil pertemuan pimpinan PPKI di Vietnam, karena tak mau menganggap kemerdekaan itu hadiah dari Jepang.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/campuspedia.id\/kabar\/setelah-pengumuman-sbmptn-2020-6-universitas-swasta-ini-masih-buka-pendaftaran-mahasiswa-baru\/\">Setelah Pengumuman SBMPTN, 6 PTS Ini Masih Buka Pendaftaran<\/a><\/strong><\/span><\/h3>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Syutan Syahrir dan rekan-rekannya seperti Wikana, Sukarni, Chairul Saleh, D.N Aidit, sampai Soebadio menemui dwitunggal yang baru pulang dari Vietnam untuk mendesak mereka segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun, Sukarno dan Hatta tak mau mengikutinya, karena mempercepat hal itu berisiko bisa menimbulkan pertumpahan darah, terlebih mereka belum yakin Jepang sudah menyerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, golongan pemuda tercatat\u00a0 nekad menculik Sukarno dan Hatta yang jadi ketua PPKI dan membawanya ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dini hari WIB. Di sana keduanya kembali didesak untuk memproklamasikan kemerdekaan lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan pada 24 Agustus 1945. Perdebatan pun akhirnya kembali muncul, karena diwitunggal masih bersikukuh dengan waktu yang sudah ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Diskusi tersebut sempat <em>deadlock,<\/em> sampai akhirnya setelah Achmad Subardjo menyusul Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia itu, mereka bersepakat untuk mempercepat pembacaan proklamasi, dengan syarat, Subardjo bisa membawa Sukarno dan Hatta kembali ke Jakarta dan menyiapkan teknisnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"split-page split-page4 open\" data-target=\"4\">\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Persiapan dan perumusan teks proklamasi<\/span><\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\">\n<figure style=\"width: 752px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20200816\/img-20200816-wa0002-f87cfd15abf67b3b8777ebc1315ef2b8.jpg\" alt=\"\" width=\"752\" height=\"501\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Naskah Konsep Teks Proklamasi tulisan tangan asli Presiden pertama RI Sukarno. (IDN Times\/Irfan Fathurohman)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Rombongan pun langsung pergi ke kediaman Laksamana Maeda di Jakarta. Mereka membahas mengenai hal-hal yang sudah disepakati bersama dengan golongan muda. Ketiganya pun dipertemukan oleh Maeda dengan Kepala Pemerintah Militer (Gunseikan) di markasnya untuk membahas upaya tindaklanjut yang akan dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Hanya saja, Jepang tak memberikan izin terkait hal itu. Jenderal Nishimura yang mewakili Gunseikan menemui ketiga tokoh tersebut melarang Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Mereka diminta tetap menjalankan semuanya seperti rencana awal dan tak mau ada perubahan<em> status-quo <\/em>sambil menunggu kedatangan sekutu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Melihat gelagat tidak baik, ketiganya pun akhrinya memutuskan menggelar sidang PPKI untuk segera mempercepat waktu membacakan proklamasi Indonesia. Mereka bersama anggota PPKI dan beberapa golongan muda pun kembali ke rumah Maeda untuk mempersiapkan hal tersebut, termasuk merumuskan teks proklamasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, perumusan teks proklamasi dilakukan oleh Sukarno, Hatta, dan Soebardjo secara bersama-sama, serta disaksikan beberapa golongan muda seperti Sukarni, Sudiro dan BM Diah. Hingga akhirnya konsep yang dibuat pun selesai, dan Sayuti Melik langsung mengetik naskah yang siap dibacakan pada 17 Agustus 1945 itu.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"split-page split-page5 open\" data-target=\"5\">\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Pembacaan teks proklamasi untuk pertama kali dalam sejarah kemerdekaan Indonesia<\/span><\/strong><\/h2>\n<div class=\"embed-image\">\n<figure style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20200729\/sukarno-reading-the-proclamation-bung-karno-penjambung-lidah-rakjat-233-0e108276a46a6c43c9dd6b4c0618ac2e.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"650\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Soekarno dan Muhammad Hatta saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. (Repro. &#8220;Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia&#8221; (Jakarta: Gunung Agung, 1966))<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pada 17 Agustus 1945 hingga pukul 04.00 WIB. Mereka pun langsung bergegas menyiapkan hal-hal teknis jelang detik-detik pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<h3><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/campuspedia.id\/kabar\/kampus-dengan-biaya-hidup-murah\/\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">Kampus Dengan Biaya Hidup Murah, Bisa Jadi Acuan Tempat Kuliah<\/span><\/strong><\/a><\/strong><\/h3>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Tepat pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, di halaman rumahnya sendiri di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Sukarno membacakan naskah proklamasi diikuti pidato singkatnya. Setelah itu, bendera Merah Putih yang sudah dijahit oleh Fatmawati pun dikibarkan oleh prajurit PETA, Latief Hendradiningrat, setelah sebelumnya Trimurti menolak mengibarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Walau upacara tersebut berjalan sederahan, para peserta yang hadir tetap mengikuti prosesnya dengan khidmat. Prosesi yang berjalan tanpa protokol tersebut tetap berjalan dengan sangat baik dan tak mengurangi nilai kebahagiaan rakyat Indonesia yang pertama kalinya merasakan merdeka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Para pewarta pun dengan sigap menyebarluaskan berita bahagia tersebut ke pelbagai penjuru negeri melalui radio dan penyebaran dengan media masa. Walau mengalami kendala karena Jepang melarang untuk menyebarluaskannya, peristiwa\u00a0dalam sejarah kemerdekaan Indonesia itu tetap bisa disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Itulah beberapa peristiwa-peristiwa penting yang diceritakan secara singkat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Mari bersama merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan penuh semangat perjuangan!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\">Referensi: Artikel ini telah dimuat di <a href=\"https:\/\/jabar.idntimes.com\/news\/indonesia\/ilyas-listianto-mujib-1\/sejarah-perjuangan-merebut-kemerdekaan-indonesia-nkri-harga-mati-regional-jabar\/5\">IDN Times Jabar<\/a><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Biar ga ketinggalan info seputar kampus, yuk follow official Instagram, facebook, twitter, dan LINE Campuspedia!<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 12pt;\">Instagram : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/campuspedia\/\">https:\/\/www.instagram.com\/campuspedia<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt;\">Facebook\u00a0 : <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia\">https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt;\">Twitter\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <a href=\"https:\/\/twitter.com\/campuspediaid?lang=en\">https:\/\/twitter.com\/campuspediaid?lang=en<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt;\">Line\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :\u00a0 <a href=\"http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@dbh9820y\">http:\/\/line.me\/ti\/p\/~@dbh9820y<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt;\">YouTube : <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCPGrmZDHa5W4lCEudr8yYkA\"><span style=\"font-size: 12pt;\">https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCPGrmZDHa5W4lCEudr8yYkA<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tepat pada hari ini atau 17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga akhirnya Indonesia bisa merasakan merdeka. Melalui artikel ini, kita akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-75! Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya Sobat! Kini, kemerdekaan Indonesia sudah berusia 75 tahun. Generasi baru anak bangsa tak merasakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":352,"featured_media":10713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[80,79,137],"tags":[25459,25461,25460,25462],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v20.10 (Yoast SEO v20.10) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah - Campuspedia News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Campuspedia News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-21T12:10:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-09-21T06:09:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sukarno-reading-the-proclamation-bung-karno-penjambung-lidah-rakjat-233-0e108276a46a6c43c9dd6b4c0618ac2e-min.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Widyadnyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@campuspediaid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@campuspediaid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Widyadnyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dwi Widyadnyana\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/959d072562ae86fc8f4c68a4f4b8404e\"},\"headline\":\"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah\",\"datePublished\":\"2020-09-21T12:10:50+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-21T06:09:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\"},\"wordCount\":1287,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hari Kemerdekaan\",\"HUT 75 Tahun\",\"NKRI\",\"NKRI Harga Mati\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Dunia Mahasiswa\",\"Info\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2020\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\",\"url\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\",\"name\":\"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah - Campuspedia News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-09-21T12:10:50+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-21T06:09:13+00:00\",\"description\":\"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/\",\"name\":\"Campuspedia News\",\"description\":\"Kabar Seputar Kampus\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization\",\"name\":\"Campuspedia\",\"url\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/ori_278.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/ori_278.png\",\"width\":278,\"height\":61,\"caption\":\"Campuspedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia\",\"https:\/\/twitter.com\/campuspediaid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/campuspedia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@campuspedia_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/959d072562ae86fc8f4c68a4f4b8404e\",\"name\":\"Dwi Widyadnyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be8c08619a6fde01307554b98a8c07e8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be8c08619a6fde01307554b98a8c07e8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Widyadnyana\"},\"description\":\"A plan\u2019s executor that learning law. Wandering as an advisor. Concerning charities and society welfare. Hi, everyone!\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dwiwidyadnyana\",\"https:\/\/linkedin.com\/in\/dwi-widyadnyana\"],\"url\":\"https:\/\/campuspedia.id\/news\/author\/dwi-widyadnyana\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah - Campuspedia News","description":"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah","og_description":"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!","og_url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/","og_site_name":"Campuspedia News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia","article_published_time":"2020-09-21T12:10:50+00:00","article_modified_time":"2020-09-21T06:09:13+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":650,"url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sukarno-reading-the-proclamation-bung-karno-penjambung-lidah-rakjat-233-0e108276a46a6c43c9dd6b4c0618ac2e-min.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Widyadnyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@campuspediaid","twitter_site":"@campuspediaid","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Widyadnyana","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/"},"author":{"name":"Dwi Widyadnyana","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/959d072562ae86fc8f4c68a4f4b8404e"},"headline":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah","datePublished":"2020-09-21T12:10:50+00:00","dateModified":"2020-09-21T06:09:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/"},"wordCount":1287,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization"},"keywords":["Hari Kemerdekaan","HUT 75 Tahun","NKRI","NKRI Harga Mati"],"articleSection":["Berita","Dunia Mahasiswa","Info"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#respond"]}],"copyrightYear":"2020","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/","url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/","name":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah - Campuspedia News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#website"},"datePublished":"2020-09-21T12:10:50+00:00","dateModified":"2020-09-21T06:09:13+00:00","description":"17 Agustus 1945 silam, bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan asing. Butuh perjuangan panjang hingga Indonesia bisa merasakan merdeka. NKRI Harga Mati!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/merayakan-hari-kemerdekaan-17-agustus-dengan-sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jasmerah! Merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan Menoleh Riwayat Sejarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#website","url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/","name":"Campuspedia News","description":"Kabar Seputar Kampus","publisher":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#organization","name":"Campuspedia","url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/ori_278.png","contentUrl":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/ori_278.png","width":278,"height":61,"caption":"Campuspedia"},"image":{"@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/campuspedia","https:\/\/twitter.com\/campuspediaid","https:\/\/www.instagram.com\/campuspedia","https:\/\/www.tiktok.com\/@campuspedia_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/959d072562ae86fc8f4c68a4f4b8404e","name":"Dwi Widyadnyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be8c08619a6fde01307554b98a8c07e8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/be8c08619a6fde01307554b98a8c07e8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Widyadnyana"},"description":"A plan\u2019s executor that learning law. Wandering as an advisor. Concerning charities and society welfare. Hi, everyone!","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dwiwidyadnyana","https:\/\/linkedin.com\/in\/dwi-widyadnyana"],"url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/author\/dwi-widyadnyana\/"}]}},"fimg_url":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/sukarno-reading-the-proclamation-bung-karno-penjambung-lidah-rakjat-233-0e108276a46a6c43c9dd6b4c0618ac2e-min.jpg","post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10712"}],"collection":[{"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/352"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/campuspedia.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}