Universitas Surabaya Segera Buka Fakultas Kedokteran

SURABAYA – Tiga perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya membuka fakultas kedokteran (FK). Ketiganya adalah Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Muhammadi yah Surabaya (UMS), dan Universitas Ciputra (UC). Tiga kampus tersebut mendapat SK operasional dari Kemenristekdikti pada Selasa (29/3).

Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) Prof Joniarto Parung menyatakan, proposal pendi rian FK tersebut diajukan sejak 2013. Saat itu tenaga dosen juga mulai direkrut. Setelah dite rima, para dosen tersebut dimagangkan di Poliklinik Ubaya. Laboratorium pun sudah ada. “Semester awal labnya sama dengan far masi, kami manfaatkan utilitas yang ada. Tapi, tetap ada tambahan,” tuturnya.

Menurut Joni, FK Ubaya memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan FK perguruan tinggi lainnya. Pertama, Ubaya memper siapkan pendirian FK secara bertahap. Baik persiapan sarana-prasarana maupun inter pro fesional. Interprofesional yang dimaksud adalah memberikan waktu tersendiri bagi para mahasiswa FK untuk berin te raksi dengan mahasiswa dari program studi lain. Terutama yang berkaitan dengan kesehatan fisik maupun mental. Misalnya, prodi fisika, bioteknologi, ataupun psikologi. “Ada kelas-kelas yang nanti disiapkan,” katanya.

FK Ubaya akan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang herbal. Selama ini antara pengobatan herbal dan pengobatan kimia kerap menjadi hal yang dipertentangkan. “Mana yang bisa dicombine atau tidak boleh dicombine. Nah, pemahaman ini harus kuat,” katanya.

FK Ubaya, kata Joni, akan menerima mahasiswa pada tahun pelajaran 2016 –2017. Tes awal untuk pendaftaran dimulai awal April. Uang pangkalnya sekitar Rp 175 juta.

Selain Ubaya, Universitas Ciputra (UC) siap bersaing dengan membuka jalur pendaf taran FK. Rektor UC Ir Tony Antonio MEng me nerangkan, Kemeristekdikti resmi mengeluarkan SK izin operasional FK di UC pada Selasa (29/3). ”Dengan keluarnya SK tersebut, kerja keras tim seperti terbayar lunas,” kata Tony.

Tony menjelaskan, sebenarnya UC berniat mendirikan FK sejak 2011. Meski baru disetujui tahun ini, Tony op ti mistis jumlah pendaftar FK di UC membeludak. “Karena minat sekolah dokter juga semakin meningkat,” katanya. Sesuai dengan peraturan Kemeristekdikti, FK UC menyediakan kuota 50 orang pada pendaftaran perdana.

UC, lanjut Tony, terkenal dengan bidang entrepreneur. Karena itu, tambah dia, FK UC nantinya juga berkesinambungan dengan bidang tersebut. “Jadi, sebagai ciri khas kami di masing-masing per guruan tinggi,” tuturnya. Dalam hal ini FK UC akan dikembangkan dalam bidang inovasi sosial. Inovasi itu mencakup pelayanan bidang kesehatan. “Jadi dapat sebutan dokter inovator sosial. Itulah yang akan kami usung,” katanya.

Dibimbing 26 dokter, UC berkerja sama dengan RSUD Dr. Soewandhie sebagai rumah sakit pendidikan utama. Juga, bekerja sama dengan FK Unair dalam pengembangan kualitas tenaga pendidik. “Dalam bentuk pembinaan dan pembela jaran, mulai berlangsung,” kata Tony.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Muhammadiyah (UMS) Surabaya Sukadiono menyampaikan sudah siap membuka prodi pendidikan kedokteran. “Sarana dan prasananya sudah kami siapkan, termasuk ruang praktik,” jelasnya.

Sukadiono menyebutkan, UMS sudah memiliki rumah sakit pendidikan utama di RSI Siti Khotijah, Sidoarjo. “Itu untuk menjadi tempat praktik utama,” ungkapnya. Sementara itu, untuk rumah sakit aviliasi, UMS bekerja sama dengan 29 Rumah Sakit Muhammadiyah di wilayah Jatim. “UMS sudah bekerja sama dengan 29 rumah sakit itu,” ungkapnya,

Sementara itu, saat ditanya mengenai daya tampung mahasiswa FK, kata Sukadiono, ada 50 kuota untuk mahasiswa yang akan menjadi angkatan pertama. “Sebelumnya kami menyediakan 40 kursi. Namun, atas pertimbangan Kemristekdikti, daya tampung bertambah menjadi 50 mahasiswa,” jelasnya.
(puj/bri/elo/end)

Sumber Jawa Pos, 31 Maret 2016

diteruskan oleh Line@ Campuspedia

LINE : http://bit.ly/campuspedia
IG : https://www.instagram.com/campuspedia/
Ensiklopedia Campus !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *