Jenderal Gatot Nurmantyo

gatot-nurmantyo-

Mencoba mengupas sosok Panglima TNI berdasarkan referensi dari majalah Forum Keadilan Edisi 8

Nama Jenderal Gatot Nurmantyo banyak dibicarakan di berbagai media sosial usai memberikan pernyataan dalam Program Indonesia Lawyers Club tvOne edisi Selasa, 8 November 2016. Sebenarnya, siapa Jenderal Gatot ini?

Gatot lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960. Tapi sejatinya ayahnya berasal dari Solo dan ibunya dari Cilacap. Gatot dibesarkan dari keluarga yg berlatar pejuang. Ayah Gatot, Suwantyo, seorang pejuang kemerdekaan pernah menjadi Tentara Pelajar.

Sebagai seorang Jenderal, Gatot ternyata berdarah pejuang kemerdekaan. Ia dibesarkan dalam keluarga berlatar militer. Ayahnya bernama Suwanto, dulunya adalah seorang pejuang yang pernah menjadi tentara pelajar.

Di masa perang kemerdekaan ayahnya bertugas di bawah komando Jenderal Gatot Subroto.
Dari nama tokoh militer kharismatik itulah, ayahnya kemudian memberi nama anaknya “Gatot”.

Ayah Gatot berpangkat terakhir Letnan Kolonel Infanteri dan terakhir sebagai Kepala Kesehatan Jasmani di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Sedangkan ibunda Gatot, anak seorang Kepala Pertamina di Cilacap.

Gatot memiliki tiga orang kakak kandung yg mengabdi sebagai prajurit TNI AD, TNI-AL dan TNI-AU.
Karena anak tentara, sjak kecil Gatot hidup brpindah-pindah. Stelah dari Tegal, ia pindah ke Cimahi, Jawa Barat, hingga kelas 1 SD.

Setelah itu ia pindah Cilacap sampai kelas 2 SMP. Lalu ia pindah ke Solo hingga tamat SMA.
Sebenarnya Gatot ingin menjadi arsitek. Makanya ia mendaftar ke Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mengetahui anaknya mau masuk UGM, ibunya brpsan: “Ayahmu hanya seorng pensiunan. Kalau kamu msuk UGM, mk adik-adikmu bisa tdk skolah.”
Mendengar hal tersebut, Gatot berubah haluan. Diam-diam dia berangkat ke Semarang, mendaftar Akabri melalui Kodam Diponegoro.

Sekembalinya dari Semarang, ia memberitahu ibunya bahwa ia sudah mendaftar ke Akabri.
Ibunya langsung mengizinkan dengan pesan, “Jika kamu menjadi tentara, kamu harus menjadi anggota RPKAD.”

Menurut Gatot, ibunya terobsesi anaknya menjadi anggota RPKAD karena rumah orang tua ibunya dekat dengan markas RPKAD di Cilacap. Setelah lulus Akabri 1982, Gatot berusaha masuk menjadi anggota Kopassus (nama baru RPKAD). Tapi dalam usaha pertama ia tidak diterima.

gatot

Setelah berpangkat Kapten, saat bertugas di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumsel, ia kmbli mendaftar masuk Kopassus. Gagal lagi. Sebenarnya kesempatan tersebut sudah habis. Tapi Gatot tidak pernah menyerah.

Ia terus berdoa kepada Allah SWT agar suatu hari bisa diterima menjadi prajurit Kopassus.
Kesempatan itu akhirnya datang setelah ia menjabat KSAD (25 Juli 2014–15 Juli 2015).

Tak lama setelah pelantikn, Gatot memanggil Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo dan menyampaikan ingin mendaftar pendidikan Kopassus.
Tapi Agus Sutomo menyampaikan, “Tidak usah ikut pendidikan Pak, nanti Bapak saya kasih brevet kehormatan saja”.

Tapi Gatot menolak. Ia bersikukuh mau mendapat baret merah melalui jalur normal. Maka masuklah Gatot menjadi siswa Kopassus.
Ia mengikuti semua prosedur normal, mulai dari pendaftaran, ujian, hingga penyematan brevet komando dan baret di pantai Cilacap.

Untuk itu, ia harus melalui ujian yang keras, antara lain senam jam 2 pagi, lalu direndam di kolam suci Kopassus di Batujajar. #ILC411
Kemudian longmarch, hingga berenang militer selama lebih 2 jam dari pantai Cilacap ke pulau Nusakambangan.

Gatot jg mengikuti pendidikan Sandi Yudha yg slh satu ujiannya hrs mnyusup msuk ke suatu tempat yg terkunci dn dikawal ketat prajurit Kopassus.
Gatot dinyatakan lulus semua tahapan dan resmi diangkat menjadi keluarga besar Korps Baret Merah di pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah.

Tidak seperti “brevet kehormatan” Kopassus yg disematkan di dada sebelah kiri, brevet pasukan komando trsbt disematkan di dada kanan Gatot.
Hal itu sebagai tanda ia menerimanya melalui prosedur selayaknya yang harus dilalui setiap prajurit Kopassus.

Setelah resmi menjadi prajurit Kopassus, Gatot naik helikopter dari Cilacap ke Kartosuro (Markas Grup 2 Kopassus).
Masih berbaret merah, pakai loreng, darah mengalir, masih pakai hitam-hitam dn msh bau lumpur, Ia langsung menuju makam orang tuanya di Solo.

Di depan makam kedua orang tuanya itu ia memberi hormat dan menyampaikan,”Ibu saya sudah menunaikan tugas.” Begitulah sekilas perjalanan hidup Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dan sedikit saya kutip retweet Beliau……

twitter-gatot-nurmantyo

#SemogaMenjadiManfaat

@campuspedia – Indonesia Student Platform
Follow instagram @campuspedia ( instagram.com/campuspedia )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *